SEJARAH

Universitas Islam Nusantara  (Uninus) pada saat kelahirannya di Bandung pada tanggal 30 Nopember 1959 bernama Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU). Pendirian  ini merupakan perwujudan dari cita-cita para ulama yang terhimpun dalam keluarga Ahlus Sunnah wal Jamaah khusunya dan umat Islam umumnya. UNNU berada di bawah pembinaan Yayasan Nahdlatul Ulama yang diasuh oleh K.H. Dr. Idhham Cholid, K.H. Subhan ZE, K.H. AA Achsin, K.H. Habib Ustman dan K.H. EZ Muttaqin. Sedangkan pimpinan UNNU dipercayakan kepada Prof. Dr. Achmad Sanusi. Pada perkembangan selanjutnya, UNNU bergabung dengan beberapa perguruan tinggi Islam di Bandung dan membentuk Universitas Islam Nusantara pada tanggal 30 Agustus 1969. Sedangkan yayasan yang menaunginya adalah Yayasan Islam Nusantara. Setelah bernama  menjadi Uninus itulah jumlah fakultas yang dimilikinya bertambah.
Perkembangan ilmu dan teknologi, perubahan struktur masyarakat agraris ke masyarakat modern, perubahan sistem ketatanegaraan dengan dilaksanakannya otonomi daerah serta perubahan-perubahan ekonomi akibat terbentuknya blok-blok perdagangan bebas membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dirasakan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, sehingga tidak hanya lulusan Program S-1 saja yang diperlukan masyarakat, melainkan sedang meningkat pada lulusan S-2 dan S-3.
Sejalan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat itulah maka Uninus membuka Program Pascasarjana. Pembukaan Program Pascasarjana tersebut diawali dengan pembukaan Program Magister (S-2) manajemen Pendidikan, Program Doktor (S-3) Manajemen Pendidikan dan Program Magister (S-2) ilmu Hukum
Dengan memperhatikan kecendrungan pelaksanaan otonomi daerah dan otonomi pendidikan diharapkan program ini menunjukkan perannya yang stratejik sebagai tonggak dan sumber informasi terpercaya.
Lulusan program studi yang diharapkan mampu mengkaji dan berlatih dengan perkembangan nilai kepribadian, dengan kompetisi infra struktural dan kompetensi teknis operasional.
Para lulusan juga dipersiapkan untuk menjadi tenaga profesional dalam bidangnya masing-masing dengan senantiasa menjalankan budaya mutu dalam manajemen pendidikan sesuai harapan pada kontituen atau stakeholders.
Program Studi ini bertujuan melahirkan tenaga ahli yang profesional, kreatif dan berkepribadian unggul yang mampu membentuk dan memimpin tim kerja yang berbudaya mutu, dengan manajemen strratejik, manajemen mutu terpadu dan standar kerja profesional secara konseptual dan nyata.

Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara dengan Program Studi Magister (S-2) manajemen Pendidikan dan Program Doktor (S-3) Manajemen Pendidikan  didirikan melalui komitmen yang kuat oleh para pakar pendidikan dan pakar manajemen sebagai jawaban dalam menyiapkan leader dan konsultan pendidika

Visi Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara sebagai pengelola Program Magiser Manajemen Pendidikan/Administrasi Pendidikan, Program Magister Ilmu Hukum, Program Studi Pendidikan Agana Islam dan Program Studi S3 Doktor Ilmu Pendidikan adalah : “Dalam kurun waktu sepuluh tahun Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara memiliki keunggulan institusional dengan komkitmen keilmuan, keahlian dan profesionalisme, dijiwai keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT serta kejujuran dan keterbukaan.” Visi ini dipandang sangat strategis karena dengan berpedoman pada visi tersebut akan dapat ditentukan tingkat keberhasilan penyelenggaraan pendidikan atau Tri Dharma Perguruan Tinggi di Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara untuk kurun waktu tertentu. Penetapan visi Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara tersebut juga mengacu pada visi Universitas Islam Nusantara, yakni: “Menjadi Perguruan Tinggi yang memiliki komitmen tinggi pada nilai-nilai Ke-Islaman dan Kebangsaan dalam Penguasaan IPTEK dan Humaniora pada Era Kompetisi Global” Visi Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara sebagaimana tertera di atas sangat jelas dan realistis karena telah memenuhi persyaratan: imaginable, desisrable, feasible, focus, flexibel, and time specific. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Imaginable,dengan visi tersebut dapat dibayangkan atau digambarkan seperti apa masa depan Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara. Semua lapisan masyarakat dapat mebayangkan bahwa ke depan Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara akan menjadi pusat penyedia Sumber daya manusia bidang Ilmu kependidikan/Manajemen Pendidikan /Administrator pendidikan yang berkualitas. Berbagai lapisan masyarakat akan memilih studi ke Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara jika ingin menjadi manager/administrator bidang pendidikan yang berkualitas dan mendapat pengakuan di dalam dan di luar negeri. 2. Desirable, dengan visi tersebut seluruh pemangku kepentingan akan merasa nyaman, senang dan terjamin kepentingannya. Pemangku kepentingan yang dimaksud meliputi: segenap sivitas akademika, jajaran pimpinan dan tenaga kependidikan, pengguna lulusan,dan masyarakat pada umumnya. 3. Feasible, sesuai dengan perkembangan zaman dan sumberdaya yang dimiliki, Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara, awalnya memposisikan diri dan berkiprah pada tingkat nasional. Pada periode 2014-2018, yang dikembangkan untuk berkiprah dalam tingkat internasional adalah program Magister (S2), kemudian mulai tahun 2016 Program Doktor (S3) menjalin kerjasama pula dengan beberapa universitas di Malaysia. Dewasa ini jalinan kerjasama S2 dan S3 baru pata tataran nasional. Seperti universitas di Kalimantan Selatan, Kaimantan timur, Sumatra Selatan dan lain-lain.Walaupun ingin berperan secara internasional, Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara tidak akan melepaskan diri dari identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang berdasarkan nilai-nilai keislaman, Pancasila, dan kenusantaraan. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kecakapan dan kemampuan tehnis, humanis dan utamanya konseptual di bidang Ilmu Kependidikan/Manajemen Pendidikan/ Administrasi Pendidikan. Melalui langkah ini, alumni Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara banyak yang menduduki posisi strategis di instansi pemerintah dan swasta. Dilingkungan pendidikan tinggi ada yang menduduki Jabatan Rektor, Pembantu Rektor, Dekan, Pembantu Dekan dan Ketua Jurusan. Di lingkungan TNI/POLRI ada yang menduduki jabatan Kapolres. Sedangkan dilingkungan Pemerintah daerah ada yang menduduki jabatan Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian dan lain-lain. 4. Measurable and focus, Visi Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara yang dirumuskan merupakan visi yang terukur baik ditinjau dari cakupan maupun dimensi waktu. Selain ingin mencetak Ilmuwan kependidikan/manajemen /administrator yang mumpuni, Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara juga ingin menghasilkan lulusan yang memiliki karakter dan sikap mulia. Hal ini diupayakan dengan membekali peserta didik selain dengan konsep dan teori juga membekalinya dengan filsafat, etika dan religi. Tercapainya visi Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara dapat dilihat dari beragamnya asal mahasiswa dan keberhasilan alumninya menduduki posisi strategis diberbagai instansi pemerintah dan swasta. Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara berasal dari pelosok nusantara. Ini berarti bahwa Program Pascasarjana universitas Islam Nusantara memiliki peran yang begitu strategis dalam menyediakan sumberdaya insani, khususnya di bidang manajemen pendidikan/administrasi pendidikan. 5. Flexible, sekalipun focus dan terukur bukan berarti tidak terbuka kemungkinan untuk tumbuh, mengembangkan inisiatif dan melakukan perubahan sesuai perkembangan zaman. Masih terbuka kemungkinan untuk melakukan penyesuaian dengan perkembangan, terlebih di era globalisasi yang sarat akan perubahan. Fleksibilitas ini diantaranya tercermin dari kebijakan tentang dibukanya Konsentrasi Baru baru di Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara. Sesuai dengan tuntutan perubahan, dan hasil kajian strategis di lapangan. 6. Kurun Waktu, Visi Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara untuk berperan pada tingkat nasional dan sekaligus internasional akan dicapai pada kurun waktu 10 tahun

Misi yang diemban Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara  dalam proses penyelenggaraan pendidikan tinggi telah ditetapkan sebagai berikut:  

Melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, Program Pascasarjana secara umum:

  1. Mengembangkan ilmu kependidikan melalui kajian pustaka, penelitian lapangan, pengabdian kepada masyarakat dan kegiatan-kegiatan ilmiah lainnya;
  2. Menghasilkan ilmuwan dan doktor ilmu pendidikan profesional, yang mampu melakukan pengembangan ilmu, dan melaksanakan tugas manajerial pendidikan dalam jalur, jenjang, jenis dan lingkup pendidikan;
  3. Bekerjasama dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta dalam pengembangan pendidikan, dan berperan serta dalam pengembangan masyarakat di bidang pendidika

Visi yang telah ditetapkan dan misi sebagaimana dikemukakan di atas memiliki saling keterkaitan, hal ini diantaranya tercermin dari adanya upaya Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara  untuk selalu memutakhirkan bahan ajar dalam semua jenjang pendidikan, memperluas wawasan mahasiswa dengan mendatangkan dosen tamu dan tenaga ahli untuk memberi kuliah/ceramah maupun menguji disertasi, mengarahkan judul penelitian sesuai dengan state of the art  ilmu manajemen pendidikan/administrasi pendidikan, serta melibatkan dosen dan mahasiswa dalam pemecahan masalah-masalah Ilmu kependidilkan/ manajemen pendidikan/administrasi pendidikan  melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 
Dalam mengemban misinya, Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara menerapkan prinsip total transformational education, yakni berusaha mengembangkan peserta didik secara menyeluruh, terpadu, imbang dan selaras antara dimensi knowledge, character and attitude dan truth and faith. Dalam proses pendidikan Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara  tidak hanya sekadar memberikan keahlian konseptual di bidang Manajemen Pendidikan/administrasi pendidikan , tetapi juga membangun profesionalisme, etos kerja, nilai etika dan moral. Dibahasakan secara lain aspek idiologi dan aspek tehnologi mendapat perhatian dalam  pengembangan peserta didik, walaupun diakui dimensi idiologi yang mendapat porsi terbesar.

Hal ini dapat dilihat dengan adanya tenaga pengajar, praktisi serta akademisi yang selain  memiliki kedalaman ilmu juga memiliki keahlian dan pengalaman yang cukup luas. Selain itu Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara juga mengadakan seminar, kuliah tamu serta proses perkuliahan yang berkualitas dan terstandardisasi yang memungkinkan peserta didik mengembangkan dirinya/potensinya secara optimal